Email: Password:
Lupa password | Daftar
     
 

Go Green, Jangan Asal Ngaspal!

By Novina on Sun, Nov 15 04:25:29
Live BorderlessLive Borderless - Pembangunan terjadi di mana-mana. Tidak Cuma di kota besar, di pelosok-pelosok desa pun demikian. Kita tak ubahnya sedang menyambut tamu besar, tamu besar tiap Negara di seluruh dunia yakni Globalisasi. Lahan dibuka, ratusan ribu hektar hutan menggundul. Jalanan raya diperlebar, ratusan ribu rumah pinggiran dibenamkan. Laut dan tanah di eksplorasi sedemikian rupa, meninggalkan jerit tangis rakyat yang menanggung getahnya. Inilah wajah kita sekarang ini. Target dari program pemerintah yang begitu instan menjadikan kita “asal jadi” tanpa menghiraukan dampak lanjutan dari keputusan tersebut. Kini yang tersisa dari semua kesalahan dan kelakuan buruk kita atas bumi hanyalah penyesalan. Hal ini pulalah yang mendorong suatu orang/badan bahkan Negara mensosialisasikan Go Green yakni upaya penghijauan kembali hutan, jalan, dan lain sebagainya; yang dulunya hijau. Hanya inilah, langkah paling masuk akal diperbuat. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk benar-benar aktif dalam program Go Green ini seperti membiasakan diri untuk hidup sederhana dan efektif, menghemat pemakaian listrik, air dan gas, bahkan prinsip “kalau perlu baru beli, kalau lapar baru makan” juga bisa dikatakan satu dari sekian upaya Go Green. Namun tengoklah, amat minim sekali orang yang jeli mengamati kondisi yang terjadi di sekitarnya. Mereka melakukan penghijauan di suatu wilayah, namun tak jauh dari itu ia pun aktif memperlebar jalan atau sekedar melebarkan teras rumah dengan aspal. Itu berarti, seluas teras yang diperlebarnya tadilah, potensi tanah yang ada di bawahnya tak termanfaatkan atau tak mampu memberi manfaat sedikitpun bagi yang empunya. Kita tahu, dengan mengaspal tanah otomatis apapun yang dulunya pernah hidup di areal tersebut (e.g tumbuh-tumbuhan atau mikroorganisme) tak lagi dapat hidup bahkan segala potensi yang terkandung oleh tanah hingga ke dasarnya pun tak punya arti. Bayangkan, berapa banyak dari rumah orang Indonesia yang kini membatu semua, sangatlah jarang lagi menemukan bentuk-bentuk rumah bertiang yang bawahnya berupa tanah saat ini. Artinya, sudah ratusan juta hektar tanah-tanah di Indonesia sengaja dijadikan mandul akibat keteledoran dan kegengsian kita. Mengaspal tanah jelas sangat tidak tepat, apalagi di saat kondisi bumi yang begitu mengkhawatirkan. Seandainya laju pengaspalan ini dibiarkan saja, sehingga menambah luas aspal yang menutupi tanah di Indonesia, besok atau lusa dipastikan tanah kita akan menjadi lemah dan mandul. Akibatnya sangat jelas, berbagai bencana alam silih berganti siap mendatangi rumah-rumah kita. Mari, bersikap baiklah terhadap tanah. Biarkan tumbuh-tumbuhan tetap tumbuh, jangan biarkan ia tertimbun aspal dan selanjutnya mati akibat ketidakpedulian kita padanya. Go Green Indonesia? pasti bisa!!

Bidang : Ragam
Kategori : Non Blogger
Komentar: 2  Total Vote: 138
Bagikan : email facebooktwitter
KOMENTAR
Harap login terlebih dahulu agar bisa memberi komentar !
2 Komentar Untuk Artikel Ini
foto Rokiah Dewi Bukan cuma ngaspal sih Mbak, nyemen juga!

Posted by Rokiah Dewi on November 17th, 2009, 10:59:12 PM

 
  1. Mengembangkan Potensi Para Pelaku Pembalap Liar 156 Vote
  2. Kartu Chip untuk Pembayaran Jasa di Tempat-tempat Umum 78 Vote
  3. Bebas Bukan Berarti sebebasnya 41 Vote
  4. Air Minum di Mana-mana 35 Vote
  5. HP sebagai MIC FM 34 Vote
  1. Nusantara Translator : Penerjemah Antar Bahasa Daerah Indonesia 162 Vote
  2. Trotoar yang aman 147 Vote
  3. Go Green, Jangan Asal Ngaspal! 138 Vote
  4. pet sensormatic 110 Vote
  5. Memanfaatkan Jaringan Kabel PLN sebagai Sarana Koneksi Internet 92 Vote

  1. Bisnis & Ekonomi
  2. Hukum & Politik
  3. Ragam
  4. Sains & Teknologi
  5. Seni & Budaya
  6. Sosial & Kemanusiaan
 

Speak Up Challenge 2009 - Copyright © 2009 PT. LG Electronics Indonesia. All rights reserved. | Privacy & Policy
fb twitter sf