Email: Password:
Lupa password | Daftar
     
 

Mengakui Miskin, Solusi Hidup Bahagia Orang Indonesia

By Novina on Sun, Nov 15 04:27:07
Live BorderlessLive Borderless - Tak ada yang pungkiri bahwa kita masih tetaplah bangsa yang miskin. Begitulah pengakuan rakyat kita, kemiskinan menjadi teman akrab, posisinya hampir perilaku orang kaya dengan tas jinjingnya, sebuah kondisi yang sulit dihilangkan. Di saat rakyat kita bersyukur bisa mengunyah nikmatnya singkong rebus, entah berapa banyak pula orang-orang kaya di negeri ini yang kenyang menyantap masakan luar negeri yang harganya selangit, di saat rakyat kita sedang asyik mengayung sepeda bututnya entah berapa banyak orang kaya di negeri kita yang membanjiri jalanan raya dengan mobil serta kaca spionnya yang kinclong? Perbedaan perlahan-lahan mulai terasa. Mau tidak mau, kita pun sadar bahwa kesenjangan telah muncul di tengah kita. Kesabaran Orang Miskin VS Individualisme Orang Kaya. Namun, meski kesenjangan ini benar-benar ada dan terlihat menyiksa, tak sedikit orang miskin di negeri kita yang masih bisa tertawa dan hidup bersahaja. Membingungkan memang, kondisi yang seharusnya menjadikan seseorang mendadak anarkis, membati buta dan frustasi (seperti yang melanda rakyat kawasan Eropa dan Amerika), orang Indonesia sempat-sempatnya masih bisa tertawa. Setelah diamati, nampaknya pendorong orang kita seperti ini ialah kemauan mereka untuk mengakui bahwa ia orang Miskin. Mereka sama sekali tidak ingin memaksakan diri bagaimana hidup sebagai orang kaya. Mereka menikmat kehidupan miskinnya dengan sejuta warna kehidupan yang begitu dinamis yang dipunyainya. Hal ini lah menjadikan bangsa kita mampu tetap bersahaja di mata dunia meskipun masih dalam kungkungan keterpurukan. Kenapa bisa begitu? Karena orang-orang yang menghuni Negara ini juga begitu.
Kategori : Non Blogger
Komentar: 2  Total Vote: 4
Bagikan : email facebooktwitter
KOMENTAR
Harap login terlebih dahulu agar bisa memberi komentar !
2 Komentar Untuk Artikel Ini
foto Kandar Royani Mbak Novina, komen nich ya. Ide solusinya di bagian mana?
Yang bener sih bagi saya, Indonesia kaya. Gak tahu kalo mbak hidup di metropolis. Di kampung saya, kail dan jala cukup menghidupi masih berlaku kok.

Posted by Kandar Royani on November 15th, 2009, 04:47:13 PM

 
  1. Mengembangkan Potensi Para Pelaku Pembalap Liar 156 Vote
  2. Kartu Chip untuk Pembayaran Jasa di Tempat-tempat Umum 78 Vote
  3. Bebas Bukan Berarti sebebasnya 41 Vote
  4. Air Minum di Mana-mana 35 Vote
  5. HP sebagai MIC FM 34 Vote
  1. Nusantara Translator : Penerjemah Antar Bahasa Daerah Indonesia 162 Vote
  2. Trotoar yang aman 147 Vote
  3. Go Green, Jangan Asal Ngaspal! 138 Vote
  4. pet sensormatic 110 Vote
  5. Memanfaatkan Jaringan Kabel PLN sebagai Sarana Koneksi Internet 92 Vote

  1. Bisnis & Ekonomi
  2. Hukum & Politik
  3. Ragam
  4. Sains & Teknologi
  5. Seni & Budaya
  6. Sosial & Kemanusiaan
 

Speak Up Challenge 2009 - Copyright © 2009 PT. LG Electronics Indonesia. All rights reserved. | Privacy & Policy
fb twitter sf