Email: Password:
Lupa password | Daftar
     
 

Solusi Tawuran : Pelakunya Butuh Media Penyaluran Emosi

By Agustaman on Mon, Nov 16 07:50:42
Live BorderlessLive Borderless - Tawuran kerap terjadi dewasa ini, entah antar pelajar tingkat SMP atau SMA bahkan pernah terdengar pula antar warga kampung. Akar permasalahannya pun bervariasi, ada yang disebabkan oleh tersinggung ada pula yang terjadi lantaran tersulut oleh jelitan/bentuk sindiran lainnya. Darah kita begitu deras mengalir ketika emosi terpancing. Jadi, wajar saja bila tawuran tidak hanya melanda kalangan pelajar, tapi juga orang dewasa, yang nyata-nyata memiliki tingkat emosional yang lebih stabil. Ada hal aneh dalam menyoroti fenomena masyarakat seperti tawuran ini, yakni suatu perasaan berbangga diri kerap muncul pada diri para pelaku tawuran. Padahal, jelas bahwa tawuran tak ada manfaat sedikitpun buat mereka. Malah akan menjadikan ruang gerak mereka menjadi sempit lantaran begitu banyaknya musuh yang siap mengeroyoknya saat terpisah dari kumpulan.

Sifat inilah yang menjadi sebab tawuran begitu subur di negeri kita ini. Meski begitu, banyak pula penyebab-penyebab yang memicu lahirnya kebiasaan negatif yakni tawuran ini seperti perasaan dendam, dalam tahap pencarian jati diri, terperosok dalam pergaulan yang salah/anarkis, bahkan ada juga yang mengaku karena tidak harmonisnya rumah tangga mereka. Namun meski demikian, jauh lebih banyak pelaku yang beralasan bahwa yang mendorong mereka nekad ikut serta dalam aksi anarkis tawuran ini ialah keinginan mereka untuk menguji diri mereka sendiri akan seberapa kuat kemampuan yang ia punya, atau seberapa berani ia. Semua ini tentu saja ada kaitannya dengan fase pencarian jati diri mereka, mengingat sebagian besar jumlah mereka berusia berkisar 16-19 tahun. Masa penuh kebingungan, kegundahan dan gejolak. Masa dimana dikiaskan sebagai darah muda.

Selama ini, kita sudah melihat bagaimana gencarnya pihak kepolisian menangkapi, menginterogasi dan mentaubatkan para pelaku tawuran, hasilnya terlihat. Jumlah mereka berkurang, aksi mereka pun menurun, namun taklah lenyap sepenuhnya. Hari-hari kita masih sangat sering dijumpakan dengan berbagai tawuran di seluruh pelosok negeri.

Intinya, bisa dikatakan upaya yang telah kita lakukan belumlah maksimal. Maka sudah sepatutnya kita mencoba berpikir dan mencari jalan terbaik untuk hal ini. Masa depan pelajar Indonesia akan hancur bila hanya diisi dengan berbagai kekerasan dan perkelahian. Mereka perlu diluruskan, maka amat tepat bila solusi yang kita pilih ialah mengalihkan kelabilan emosi mereka ke suatu hal yang jauh lebih positif. Dengan kata lain, kita perlu menyediakan media penyaluran emosi bagi para pelaku kekerasan, bukan dengan tawuran yang mungkin saja akan merenggut nyawa mereka. Dan mereka pun mati sia-sia terkubur kekesalan dan penyesalan mereka.
Kategori : Blogger
Komentar: 1  Total Vote: 1
Bagikan : email facebooktwitter
KOMENTAR
Harap login terlebih dahulu agar bisa memberi komentar !
 
  1. Mengembangkan Potensi Para Pelaku Pembalap Liar 156 Vote
  2. Kartu Chip untuk Pembayaran Jasa di Tempat-tempat Umum 78 Vote
  3. Bebas Bukan Berarti sebebasnya 41 Vote
  4. Air Minum di Mana-mana 35 Vote
  5. HP sebagai MIC FM 34 Vote
  1. Nusantara Translator : Penerjemah Antar Bahasa Daerah Indonesia 162 Vote
  2. Trotoar yang aman 147 Vote
  3. Go Green, Jangan Asal Ngaspal! 138 Vote
  4. pet sensormatic 110 Vote
  5. Memanfaatkan Jaringan Kabel PLN sebagai Sarana Koneksi Internet 92 Vote

  1. Bisnis & Ekonomi
  2. Hukum & Politik
  3. Ragam
  4. Sains & Teknologi
  5. Seni & Budaya
  6. Sosial & Kemanusiaan
 

Speak Up Challenge 2009 - Copyright © 2009 PT. LG Electronics Indonesia. All rights reserved. | Privacy & Policy
fb twitter sf