| |
|
KARTU IDENTITAS INTERNASIONAL, TEKHNOLOGI DAN PORNOGRAFI
By hadi kusuma husin on Wed, Nov 18 18:06:48
|
Live Borderless - Saya berpandangan inilah resiko yang dihadapi dunia pada masa transisi, dimana pengembangan tekhnologi menjadi prioritas, kemudian perlahan berakar menjadi kebutuhan dan sistem pengawasan jauh tertinggal dibelakang seolah terlupakan.
Secara universal, pembatasan akses untuk beberapa situs merah diberlakukan untuk usia kurang dari delapan belas tahun, itu pula yang menjadi acuan hak kepemilikan KTP di Indonesia bahkan mungkin dunia sebagai penanda untuk kategori manusia dewasa. Bayangkan bila setiap tekhnologi penunjang informasi seperti Komputer dan Handphone mendukung sebuah sensor KTP untuk proses verifikasi dalam menemukan klasifikasi akses yang dibutuhkan. Meskipun tidak 100% paling tidak upaya ini mampu memberi garansi keamanan yang lebih terpola dan sistematis.
Dalam hal ini beberapa point penting yang tidak bisa dikesampingkan antara lain:
1. Untuk keamanan maka setiap kartu yang diterbitkan memiliki seri tunggal, bila hilang atau dianggap rusak, pemilik harus membuat laporan, sehingga mencegah adanya usaha pemanfaatan kartu tersebut untuk keperluan yang tak terduga.
2. Untuk efisiensi maka kartu tersebut juga merupakan identitas atau KTP.
3. Setiap negara berhak mengeluarkan ID Cardnya sendiri, dengan memaktubkan kode seri negara dalam seri kartu dan mendaftarkannya secara Internasional.
4. Untuk akses tertentu diluar batas wajar juga dapat dikenakan sanksi/pemblokiran terhadap pemilik kartu sebab dianggap beresiko sesuai batas ketentuan yang dibuat masing-masing negara.
Dalam fikiran saya membayangkan ketika sebuah tekhnologi menjadi jauh lebih luas dari saat ini, setiap fitur yang ditawarkan mengedepankan kemudahan akses keseluruh lapisan dan kepentingan bisnis mengalahkan nilai-nilai moral, nilai-nilai kemanusiaan. Untuk saat ini saja terlalu banyak fitur-fitur online yang tidak layak dikonsumsi umum tetapi bebas diakses oleh siapapun, pornografi, tindak kekerasan, hanyalah sebagian contoh. Selamatkan mereka! |
|
Kategori : Non Blogger
Komentar: 0 Total Vote:
0
|
|
|
|
KOMENTAR
Harap login terlebih dahulu agar bisa memberi komentar !
|
|
|
|