| |
|
Negara Indonesia diantara Sejarah, Prestasi dan Prestise
By Agus Oloan Naibaho on Thu, Nov 26 15:20:24
|
Live Borderless - Negara kita, Negara kaya akan Sumber Daya Alam dari Sabang sampai Merauke. Negara yang dari jaman dahulu berawal di Jawa dengan nama kerajaan Tarumanegara ini, diakui semua bangsa adalah Negara Subur dan kaya. Indonesia atau Nusantara yang berarti adalah suatu Negara Kesatuan dari Sabang sampai Merauke ini secara geologi merupakan pertemuan antara tiga lempeng benua utama : Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik.
Sejarah panjang Bangsa ini terus memenuhi babak baru dalam kehidupan kita. Jika kita tilik kebelakang, maka akan banyak sejarah yang tidak kita mengerti dan harus dicari kebenarannya. Padahal seperti pepatah mengatakan "Bangsa yang besar adalah Bangsa yang menghargai jasa Para Pahlawan-pahlawannya." dalam hal ini adalah "sejarah". Dimulai dari era "PraSejarah", dimana masih terjadi perdebatan, apakah "Homo Sapiens" atau "Homo Erectus" yang menghuni gua-gua diIndonesia.
Masuk ke Era pra Kolonial, Era Kerajaan Islam yang berkembang dengan sangat pesat dan membawa pengaruh besar dalam Budaya Bangsa kita. Masuk lagi ke Era Kolonial, diawali oleh Portugis, VOC, Belanda dan tentunya Jepang yang menyebut dirinya "Saudara Tua". Lalu masuk ke babak yang sangat menentukan bagi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yaitu Era Kemerdekaan, dimana "Founding Father" kita Soekarno - Hatta membacakan Proklamasi Kemerdekaan, sebagai bukti telah berdirinya Negara Indonesia yang bebas dan merdeka dari segala bentuk penjajahan.
Seluruh rakyat bahu membahu mempertahankan NKRI kita dari segala bentuk penjajahan. After that, Negara kita masuk ke babak berikutnya, Era Orde Baru, dimana selama kurang lebih 32 tahun Seorang Presiden Soeharto, suksesornya Pak Karno ini mampu menyulap Indonesia menjadi Negara berkembang dengan pertumbuhan Ekonomi yang tinggi namun tidak merata dan cenderung kearah KKN yang merajalela. Setelah digulingkan paksa dengan People Power pada tahun 1999, era baru dimulai, Era Reformasi, dimulai dari Pak Habibie, Pak Wahid, Pemerintahan Megawati dan terakhir Pemerintahan SBY sampai sekarang.
Era Reformasi yang dimulai dari tahun 1999, tepatnya sekarang 10 tahun sudah kita masuk ke Era Reformasi, namun apa yang diReformasi??
Kita harus bisa dan berani instrospeksi diri, lembaga pemerintahan dan seluruh rakyat. Apa yang telah kita hasilkan selama 10 tahun telah menjalankan Reformasi? memang sebanyak yang saya tahu, perubahan Reformasi adalah perubahan yang berangsur-angsur, pelan-pelan tapi pasti, beda dengan Revolusi, perubahan yang cepat untuk menghasilkan sesuatu yang cepat pula.
Namun setelah 10 tahun Reformasi, ternyata kita masih melihat dengan jelas bahwa Keadilan itu belum ada merata di seluruh rakyat Indonesia. Secara jelas kita lihat para Koruptor masih bebas berkeliaran, bebas menikmati hari-harinya tanpa perasaan bersalah, sementara kita lihat seorang Nenek yang secara tidak sengaja memetik buah kakao sebanyak 5 buah dihukum 1,5 bulan penjara. Dimana rasa Kemanusiaan yang adil dan beradab kita itu? Kasus Bibit - Chandra yang masih terkatung-katung dan terkesan dibuat-buat (kriminalisasi) dengan tuduhan penyalahgunaan wewenang dan pemerasan, langsung dinon-aktifkan, sementara jelas kita lihat belum ada putusan Hakim yang menyatakan mereka bersalah. Untungnya MK masih memiliki hati nurani yang luhur untuk ikut membela para Tersangka tersebut, dan dengan bijaksana menjelaskan inti dari pasal 32 dan Hak Azasi Manusia.
So, banyakan masalah di Negara kita ini daripada Prestasinya.ketidak percayaan terhadap Pemerintahan SBY bagian II ini sudah mulai merebak. Belum lagi Kasus Bank Century yang tidak kalah menghebohkan dan adanya indikasi kerkaitan orang nomor 2 dipemerintahan kita, semasa masih menjabat sebagai Direktur Bank Indonesia. Dalam dunia Olahraga, Timnas kita sudah ketinggalan jauh dari Vietnam, Thailang dan bahkan Malaysia. Tinmas U-19 setali tiga uang, gagal untuk berlaga diPiala Asia. ini jelas mengindikasikan adanya mata rantai pembinaan Sepak Bola kita yang putus. Keputusan Presiden untuk membuat Liga Mahasiswa mungkin adalah solusi terbaik. So, apa yang bisa kita berikan untuk Bangsa ini????
Tiada kata yang lain selain bekerjalah sesuai dengan bidang kita.........!!!!! |
|
Kategori : Blogger
Komentar: 0 Total Vote:
0
|
|
|
|
KOMENTAR
Harap login terlebih dahulu agar bisa memberi komentar !
|
|
|
|